Manggarai, 9 September 2026 – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5 mengguncang Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Selasa malam, 8 September 2026. Gempa terjadi sekitar pukul 22.36 WIB atau 23.36 WITA sehingga guncangan berlangsung menjelang pergantian hari bagi masyarakat setempat. Parameter awal menunjukkan pusat gempa berada di sekitar wilayah perairan utara Ruteng dengan kedalaman relatif dangkal. Gempa tersebut dipastikan tidak berpotensi menimbulkan tsunami berdasarkan parameter awal yang diperoleh setelah kejadian. Hingga informasi awal disampaikan, belum terdapat laporan terperinci mengenai kerusakan maupun korban akibat guncangan tersebut.
Berdasarkan data awal, episenter gempa berada pada koordinat sekitar 7,99 Lintang Selatan dan 120,55 Bujur Timur. Lokasinya diperkirakan berjarak sekitar 69 kilometer dari Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, dengan kedalaman sekitar 10 kilometer. Kedalaman yang relatif dangkal membuat getaran gempa berpotensi dirasakan masyarakat yang berada di wilayah sekitar pusat guncangan. Meski demikian, besarnya getaran yang dirasakan di setiap daerah dapat berbeda karena dipengaruhi jarak terhadap episenter, kondisi tanah, serta karakteristik bangunan. Parameter awal tersebut juga masih dapat mengalami perubahan setelah dilakukan pengolahan dan analisis data yang lebih lengkap.
Kejadian pada Selasa malam menambah rangkaian aktivitas kegempaan yang tercatat di sekitar Manggarai dalam waktu relatif berdekatan. Pada hari yang sama pukul 20.00.51 WIB, gempa magnitudo 4,3 juga terjadi dengan pusat berada di laut sekitar 79 kilometer utara Ruteng. Gempa tersebut mempunyai kedalaman enam kilometer dan dilaporkan dirasakan dengan intensitas II MMI di Kabupaten Manggarai. Pada tingkat tersebut, getaran umumnya hanya dirasakan sebagian orang dan dapat menyebabkan benda ringan yang digantung bergoyang. Rentetan aktivitas tersebut membuat masyarakat perlu tetap meningkatkan kewaspadaan tanpa harus panik menghadapi kemungkinan guncangan berikutnya.
Aktivitas gempa bahkan telah tercatat sejak Selasa dini hari ketika gempa magnitudo 4,1 terjadi pukul 00.38.38 WIB. Pusat gempa berada di laut sekitar 57 kilometer utara Ruteng dengan kedalaman 10 kilometer dan guncangannya dirasakan hingga intensitas III MMI di Kabupaten Manggarai. Sehari sebelumnya, Senin, gempa magnitudo 4,4 juga terjadi sekitar 47 kilometer utara Ruteng dengan kedalaman sembilan kilometer dan dirasakan masyarakat Manggarai pada intensitas III MMI. Catatan tersebut menunjukkan kawasan sekitar utara Ruteng mengalami beberapa aktivitas seismik dalam rentang waktu yang cukup singkat. Setiap kejadian tetap perlu dianalisis berdasarkan parameter masing-masing untuk mengetahui karakteristik dan keterkaitannya secara lebih akurat.
Selain gempa pada malam hari, gempa yang lebih kuat juga tercatat pada Selasa siang pukul 11.40.29 WIB. Gempa tersebut memiliki magnitudo 5,2 dengan pusat sekitar 60 kilometer timur laut Ruteng dan kedalaman 10 kilometer. Guncangan dirasakan dengan intensitas III-IV MMI di Kabupaten Manggarai, sedangkan Manggarai Barat, Nagekeo, dan Ngada merasakan intensitas III MMI. Getaran bahkan dilaporkan mencapai Kabupaten Sumba Timur dengan intensitas II-III MMI. Gempa M5,2 tersebut juga dinyatakan tidak berpotensi tsunami, sementara masyarakat diminta mewaspadai kemungkinan terjadinya gempa susulan.
Intensitas III-IV MMI menunjukkan guncangan dapat dirasakan cukup nyata oleh masyarakat, terutama mereka yang sedang berada di dalam bangunan. Pada tingkat tertentu, benda-benda ringan dapat bergoyang dan sejumlah orang mungkin terbangun atau menyadari adanya getaran dengan jelas. Meski demikian, tingkat kerusakan tidak hanya ditentukan oleh magnitudo karena kondisi bangunan, karakter tanah, kedalaman sumber gempa, dan jarak terhadap pusat gempa juga mempunyai pengaruh besar. Karena itu, warga yang merasakan guncangan cukup kuat dianjurkan memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali melakukan aktivitas secara normal. Bagian rumah yang mengalami retakan atau menunjukkan tanda-tanda tidak stabil sebaiknya dihindari sampai dipastikan aman.
Rangkaian gempa yang terjadi di sekitar Manggarai juga menjadi pengingat mengenai pentingnya kesiapsiagaan masyarakat menghadapi aktivitas seismik. NTT termasuk wilayah yang cukup aktif mengalami gempa sehingga pemahaman mengenai tindakan penyelamatan ketika terjadi guncangan perlu terus diperkuat. Ketika berada di dalam bangunan, masyarakat perlu melindungi kepala dan tubuh dari benda yang berpotensi jatuh serta mencari tempat aman sampai guncangan berhenti. Setelah gempa selesai, warga dapat keluar secara tertib menuju area terbuka apabila kondisi bangunan dinilai tidak aman. Jalur keluar dan lokasi berkumpul juga perlu diketahui sejak awal agar proses evakuasi dapat dilakukan dengan lebih cepat apabila terjadi gempa yang lebih kuat.
Masyarakat juga diminta tidak mudah mempercayai informasi yang beredar mengenai prediksi gempa maupun dampak yang belum mendapatkan konfirmasi. Informasi awal gempa memang diproses dengan mengutamakan kecepatan sehingga parameter seperti magnitudo, koordinat, kedalaman maupun lokasi episenter masih mungkin diperbarui setelah data tambahan tersedia. Karena itu, perbedaan kecil antara informasi awal dan hasil analisis lanjutan merupakan bagian dari proses pemutakhiran data kegempaan. Hingga laporan awal diterbitkan, belum terdapat penjelasan rinci mengenai pemicu maupun dampak gempa magnitudo 5 pada Selasa malam tersebut. Masyarakat diminta tetap tenang sambil mengikuti perkembangan informasi resmi mengenai kondisi setelah gempa.
Aktivitas gempa yang terjadi berulang sepanjang Selasa membuat pemantauan di kawasan Manggarai dan sekitarnya tetap menjadi perhatian. Dalam kurun kurang dari satu hari, wilayah tersebut mengalami sejumlah guncangan dengan kekuatan berbeda, termasuk gempa M5,2 pada siang hari, M4,3 pada malam hari, serta gempa M5 menjelang tengah malam. Meski gempa terakhir tidak berpotensi tsunami, kewaspadaan terhadap kemungkinan guncangan susulan tetap diperlukan terutama bagi masyarakat yang tinggal di bangunan rentan. Warga diharapkan tetap menjalankan aktivitas dengan tenang sekaligus memastikan lingkungan tempat tinggal berada dalam kondisi aman setelah guncangan. Kesiapsiagaan dan kepatuhan terhadap informasi resmi menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko apabila aktivitas kegempaan di sekitar Manggarai kembali berlanjut.





