Jakarta, 18 September 2026 – TNI terus melakukan pengejaran terhadap kelompok bersenjata yang diduga terlibat dalam kematian sopir travel Aris Sanda di Papua Pegunungan. Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Muhammad Nas mengatakan aparat juga memperkuat pengamanan masyarakat untuk mencegah munculnya korban berikutnya. TNI menyebut kelompok bersenjata OPM Kodap III Ndugama diduga berada di balik kekerasan terhadap korban. Aris ditemukan meninggal dunia bersama kendaraannya yang terbakar di kawasan Danau Habema. Operasi pencarian terhadap pihak yang terlibat masih terus dilakukan di sejumlah wilayah yang dinilai berkaitan dengan kejadian tersebut. TNI menegaskan proses penanganan akan dilakukan bersama upaya penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Peristiwa bermula ketika Aris membawa sejumlah penumpang menggunakan kendaraan bak terbuka dari Wamena menuju Mbua pada Selasa, 15 September 2026 sekitar pukul 06.00 WIT. Dalam perjalanan, kendaraan yang dikemudikannya dihentikan oleh kelompok bersenjata. TNI menyatakan kelompok tersebut kemudian melakukan pemeriksaan terhadap pengemudi dan para penumpang. Setelah pemeriksaan, penumpang diperintahkan kembali menuju Wamena sehingga mereka dapat meninggalkan lokasi dengan selamat. Aris tidak ikut dilepaskan dan disebut dibawa menuju kawasan Danau Habema. Keberadaan korban setelah itu sempat tidak diketahui hingga aparat melakukan pencarian.
Personel Koops TNI Habema kemudian melakukan penyisiran di sekitar lokasi pada Rabu, 16 September 2026 setelah memperoleh laporan mengenai kejadian tersebut. Dalam pencarian itu, aparat menemukan kendaraan yang sebelumnya digunakan Aris dalam kondisi terbakar. Jenazah korban juga ditemukan di sekitar kendaraan dan selanjutnya dievakuasi dengan menerapkan prosedur pengamanan. TNI menyatakan penyebab pasti kematian Aris masih menjadi bagian dari proses penyelidikan. Aparat juga mengumpulkan informasi untuk mengetahui secara lengkap kronologi serta pihak-pihak yang terlibat. Hasil penyelidikan nantinya diharapkan dapat memperjelas rangkaian kejadian sejak kendaraan korban dihentikan hingga ditemukan terbakar.
TNI menyatakan pengejaran terhadap kelompok bersenjata dilakukan bersamaan dengan peningkatan pengamanan bagi masyarakat yang beraktivitas di wilayah tersebut. Jalur transportasi di Papua Pegunungan memiliki peranan penting karena digunakan masyarakat untuk membawa penumpang maupun kebutuhan logistik menuju daerah pedalaman. Gangguan keamanan dapat berdampak terhadap mobilitas warga sekaligus distribusi kebutuhan sehari-hari. Karena itu, aparat berupaya menjaga agar aktivitas masyarakat tetap dapat berlangsung dengan aman. Pengamanan juga diarahkan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya aksi kekerasan lanjutan. Koordinasi antara unsur keamanan dan masyarakat setempat menjadi bagian penting dalam memperoleh informasi mengenai situasi di lapangan.
Kasus Aris Sanda juga menjadi perhatian setelah beredar video di media sosial yang diklaim memperlihatkan penangkapan pelaku pembunuhan tersebut. TNI telah membantah informasi itu dan menjelaskan bahwa rekaman yang beredar merupakan dokumentasi lama dari operasi penangkapan dalam kasus berbeda. Aparat menegaskan pengejaran terhadap pihak yang diduga terlibat dalam kematian Aris masih berlangsung. Masyarakat diminta berhati-hati terhadap informasi yang beredar sebelum terdapat keterangan resmi mengenai perkembangan operasi. Penyebaran informasi yang belum terverifikasi dinilai dapat menimbulkan kesalahpahaman mengenai situasi keamanan di Papua Pegunungan. Perkembangan mengenai pengejaran akan disampaikan setelah aparat memperoleh hasil yang dapat dipastikan.
TNI menegaskan fokus operasi saat ini adalah menemukan pihak yang bertanggung jawab sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat. Pengamanan wilayah akan terus disesuaikan dengan perkembangan situasi dan hasil pemantauan aparat di lapangan. Penanganan kasus Aris juga dilakukan melalui proses penyelidikan untuk memastikan seluruh fakta dapat diungkap secara menyeluruh. Aparat berharap aktivitas transportasi masyarakat di jalur pedalaman tidak terus terganggu oleh ancaman kekerasan bersenjata. Langkah pencegahan menjadi penting agar kejadian serupa tidak kembali menimbulkan korban dari kalangan masyarakat sipil. Pengejaran terhadap kelompok yang diduga terlibat pun akan dilanjutkan hingga proses penegakan hukum dapat dilakukan.






