Jakarta, 2 September 2026 – Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) mendorong PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk melalui Telkomsel untuk terus memperkuat pengembangan bisnis berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Langkah tersebut dinilai sejalan dengan kebutuhan transformasi digital yang semakin berkembang di berbagai sektor ekonomi. Pemanfaatan AI tidak lagi hanya ditempatkan sebagai teknologi pendukung, tetapi mulai menjadi bagian dari strategi bisnis dan peningkatan produktivitas perusahaan. Pemerintah melihat Telkomsel memiliki posisi penting dalam pengembangan ekosistem digital nasional karena didukung jaringan telekomunikasi dan basis pelanggan yang luas. Penguatan bisnis berbasis AI diharapkan dapat menciptakan layanan baru sekaligus meningkatkan efisiensi operasional. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari agenda pemerintah untuk meningkatkan daya saing BUMN di tengah perkembangan teknologi global.
BP BUMN menilai pengembangan AI perlu dilakukan secara terarah agar memberikan dampak nyata terhadap kinerja perusahaan. Telkomsel didorong untuk mengembangkan berbagai solusi yang dapat menjawab kebutuhan pelanggan, baik dari sektor korporasi maupun masyarakat umum. Teknologi AI dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas layanan pelanggan, melakukan analisis data, mengoptimalkan jaringan, hingga membantu perusahaan mengambil keputusan secara lebih cepat. Penggunaan teknologi tersebut juga dapat mendukung pengembangan produk digital yang memiliki nilai tambah lebih tinggi. Dengan pemanfaatan data yang semakin besar, AI dinilai memiliki peluang untuk menjadi salah satu penggerak pertumbuhan bisnis Telkomsel dalam jangka panjang.
Transformasi tersebut juga berkaitan dengan perubahan kebutuhan industri telekomunikasi yang tidak lagi hanya bertumpu pada layanan konektivitas. Perusahaan telekomunikasi dituntut mengembangkan ekosistem digital yang mencakup layanan data, komputasi awan, pusat data, keamanan siber, hingga solusi berbasis AI. Telkomsel memiliki peluang untuk memperluas sumber pendapatan dengan memanfaatkan infrastruktur digital yang telah dimiliki. Pengembangan AI dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk menyediakan solusi teknologi kepada perusahaan dari berbagai sektor. Pemerintah melihat perkembangan tersebut sebagai kesempatan bagi BUMN untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga berperan sebagai pengembang dan penyedia solusi digital.
Dalam pengembangan bisnis AI, ketersediaan infrastruktur menjadi salah satu faktor penting. Teknologi AI membutuhkan dukungan jaringan yang andal, pusat data, kapasitas komputasi, serta sistem pengelolaan data yang memadai. Telkomsel bersama Telkom memiliki modal infrastruktur yang dapat dikembangkan untuk mendukung kebutuhan tersebut. Penguatan infrastruktur digital juga diperlukan agar layanan berbasis AI dapat digunakan secara luas dan memiliki tingkat keandalan yang tinggi. Pemerintah mendorong agar pengembangan teknologi dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan jangka panjang. Investasi pada infrastruktur dan sumber daya manusia menjadi bagian penting agar pengembangan AI tidak berhenti pada penggunaan teknologi siap pakai.
Selain mengejar pertumbuhan bisnis, pemerintah menekankan pentingnya pengembangan AI yang tetap memperhatikan keamanan dan tata kelola. Penggunaan data dalam jumlah besar harus dilakukan dengan sistem perlindungan yang memadai untuk menjaga keamanan informasi pengguna. Perusahaan juga perlu memastikan penerapan AI dilakukan secara bertanggung jawab dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Aspek keamanan siber menjadi semakin penting karena semakin banyak layanan digital yang terhubung dengan sistem berbasis data. Karena itu, inovasi teknologi harus berjalan beriringan dengan penguatan sistem keamanan dan tata kelola perusahaan.
Pengembangan bisnis berbasis AI juga membuka peluang bagi Telkomsel untuk memperkuat kerja sama dengan berbagai perusahaan teknologi. Kolaborasi dapat dilakukan dalam pengembangan solusi, penyediaan infrastruktur, riset teknologi, maupun peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Kemitraan tersebut memungkinkan perusahaan mempercepat adopsi teknologi tanpa harus membangun seluruh kemampuan dari awal. Di sisi lain, pengembangan talenta digital tetap menjadi kebutuhan utama karena teknologi AI membutuhkan tenaga kerja dengan kompetensi khusus. Pemerintah berharap perusahaan BUMN dapat menjadi salah satu penggerak peningkatan kemampuan digital tenaga kerja nasional.
Dukungan BP BUMN terhadap pengembangan AI di Telkomsel juga menunjukkan arah transformasi BUMN yang semakin berorientasi pada teknologi. Pemerintah ingin perusahaan negara mampu beradaptasi dengan perubahan model bisnis yang terjadi akibat perkembangan teknologi digital. AI diperkirakan akan memengaruhi berbagai aspek industri, mulai dari pelayanan konsumen hingga proses produksi dan pengambilan keputusan. Karena itu, perusahaan yang lebih cepat membangun kemampuan AI dinilai memiliki peluang lebih besar untuk mempertahankan daya saing. Telkomsel diharapkan dapat memanfaatkan kekuatan bisnis telekomunikasinya untuk membangun layanan digital yang lebih luas.
Ke depan, penguatan bisnis berbasis AI di Telkomsel diharapkan tidak hanya menghasilkan efisiensi internal, tetapi juga menciptakan sumber pertumbuhan baru. Pengembangan solusi digital yang dapat digunakan oleh pelaku usaha, industri, dan lembaga pemerintahan berpotensi memperluas peran Telkomsel dalam ekosistem ekonomi digital. Pemerintah akan terus mendorong transformasi tersebut melalui kebijakan yang mendukung inovasi dan pengembangan teknologi. Dengan kombinasi infrastruktur, talenta, data, serta strategi bisnis yang tepat, AI dapat menjadi salah satu fondasi pertumbuhan baru bagi Telkomsel. Langkah tersebut sekaligus diharapkan memperkuat kontribusi BUMN dalam membangun ekosistem digital Indonesia yang semakin kompetitif.





