Jakarta, 30 Mei 2026 – Tingkat kedermawanan suatu negara sering diukur melalui kebiasaan masyarakat dalam berdonasi, membantu orang asing, hingga terlibat dalam kegiatan sukarela. Berbagai lembaga internasional secara rutin menyusun indeks kedermawanan global untuk melihat sejauh mana masyarakat di berbagai negara menunjukkan kepedulian terhadap sesama. Hasilnya kerap menghadirkan kejutan karena tidak selalu negara dengan ekonomi terbesar yang menempati posisi teratas.
Indonesia dalam beberapa tahun terakhir dikenal sebagai salah satu negara dengan tingkat kedermawanan yang sangat tinggi. Budaya gotong royong, tradisi berbagi, serta kuatnya nilai keagamaan menjadi faktor yang mendorong masyarakat untuk aktif membantu sesama. Kegiatan sosial seperti penggalangan dana, bantuan kemanusiaan, zakat, infak, sedekah, hingga berbagai aksi sukarela telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di berbagai daerah.
Dalam sejumlah laporan internasional mengenai kedermawanan global, Indonesia bahkan pernah menempati posisi pertama dunia dan secara konsisten berada di kelompok teratas. Peringkat tersebut diperoleh berdasarkan tingginya partisipasi masyarakat dalam memberikan bantuan kepada orang yang membutuhkan, menyumbangkan dana untuk kegiatan sosial, serta keterlibatan dalam aktivitas kerelawanan. Capaian tersebut menunjukkan bahwa semangat berbagi di Indonesia tetap kuat meskipun kondisi ekonomi dan sosial terus mengalami perubahan.
Selain Indonesia, sejumlah negara lain yang sering masuk dalam daftar negara paling dermawan antara lain Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, Kanada, dan beberapa negara di Asia Tenggara. Setiap negara memiliki karakteristik tersendiri dalam membangun budaya filantropi. Ada yang didorong oleh tradisi sosial, kebijakan pemerintah, peran organisasi masyarakat sipil, maupun faktor keagamaan yang kuat di tengah masyarakat.
Posisi Indonesia yang kerap berada di jajaran teratas indeks kedermawanan dunia menjadi gambaran bahwa kepedulian sosial masih menjadi nilai yang hidup di tengah masyarakat. Meski tantangan ekonomi terus berkembang, budaya saling membantu dan berbagi tetap menjadi kekuatan penting yang membedakan Indonesia di tingkat global. Ke depan, semangat tersebut diharapkan terus terjaga dan dapat berkontribusi dalam memperkuat solidaritas sosial serta membantu mengatasi berbagai persoalan kemanusiaan di dalam maupun luar negeri.








