Denpasar, 26 September 2026 – Kapolda Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya menilai peran polisi wanita (Polwan) semakin penting dalam menghadapi perkembangan gangguan keamanan dan kejahatan yang tidak lagi terbatas oleh wilayah suatu negara. Perubahan pola kriminalitas membuat kerja sama antarkepolisian internasional perlu semakin diperkuat. Pernyataan tersebut disampaikan setelah pelaksanaan Konferensi Tahunan International Association of Women Police (IAWP) ke-63 di Bali pada 20–24 September 2026. Forum tersebut mempertemukan polisi perempuan dari berbagai negara untuk membahas tantangan keamanan modern. Daniel menilai jejaring yang terbentuk dapat menjadi modal dalam menghadapi kejahatan lintas negara.
Konferensi IAWP 2026 mengusung tema Women Leading Global Change dan diikuti sekitar 450 peserta dari 43 negara. Sebanyak 164 peserta berasal dari Indonesia, sementara peserta lainnya merupakan delegasi kepolisian dari berbagai negara. Pertemuan tersebut tidak hanya membahas kepemimpinan perempuan, tetapi juga berbagai persoalan operasional yang dihadapi aparat penegak hukum. Isu yang dibahas meliputi perdagangan orang, kontra-terorisme, kekerasan berbasis teknologi, investigasi kompleks, hingga kejahatan transnasional terorganisasi. Perkembangan teknologi juga menjadi perhatian karena dapat mengubah pola dan jangkauan tindak kejahatan.
Daniel mengatakan kejahatan maupun tugas kepolisian saat ini dapat melibatkan lebih dari satu negara sehingga kolaborasi perlu diperluas. Hubungan yang terbangun melalui forum internasional dinilai dapat mempermudah pertukaran pengalaman serta pemahaman mengenai karakteristik kepolisian di negara lain. Polwan juga memiliki ruang untuk saling mengenal budaya, metode kerja, dan pendekatan yang digunakan dalam menangani berbagai persoalan keamanan. Interaksi tersebut diharapkan memperkuat jaringan profesional yang dapat dimanfaatkan ketika menghadapi kasus lintas yurisdiksi. Kerja sama menjadi semakin relevan ketika pelaku, korban, maupun jaringan kejahatan berada di negara berbeda.
Peran Polwan juga menjadi perhatian karena dinamika gangguan keamanan dan kriminalitas terus berkembang. Daniel menilai personel perempuan memiliki kesempatan karier dan tanggung jawab yang setara dalam berbagai bidang kepolisian. Kehadiran ratusan Polwan dari berbagai negara di Bali diharapkan menjadi motivasi bagi personel Indonesia untuk terus meningkatkan kompetensi. Penguatan kemampuan diperlukan agar Polwan dapat mengambil peran dalam penanganan kasus konvensional maupun kejahatan dengan karakteristik yang semakin kompleks. Forum internasional sekaligus memberikan kesempatan untuk mempelajari praktik kepolisian yang diterapkan di berbagai negara.
Rangkaian IAWP 2026 juga mencakup Parade of Nations, penanaman mangrove, kegiatan olahraga, serta Bhinneka Tunggal Ika Night. Kegiatan tersebut menjadi ruang pertukaran budaya sekaligus memperluas hubungan antardelegasi di luar agenda pelatihan. Indonesia tercatat menjadi tuan rumah konferensi IAWP untuk kedua kalinya setelah sebelumnya menyelenggarakan kegiatan serupa di Labuan Bajo pada 2021. Penyelenggaraan tahun ini dipusatkan di kawasan Nusa Dua, Bali. Forum tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas, memperkuat jejaring, dan memperbesar kontribusi Polwan dalam menghadapi tantangan kepolisian modern.
Polda Bali turut melakukan pengamanan selama seluruh rangkaian konferensi berlangsung. Sebelum kegiatan dimulai, sebanyak 744 personel disiapkan untuk mengamankan IAWP serta pertemuan antara Polri dan Australian Federal Police yang berlangsung pada periode berdekatan. Pengamanan dilakukan mulai dari penyambutan peserta, rute perjalanan, hingga lokasi kegiatan. Polda Bali menyatakan tidak terdapat kejadian menonjol selama pelaksanaan konferensi IAWP. Seluruh rangkaian kegiatan internasional tersebut dapat berlangsung aman dan sesuai agenda yang telah disusun.
Penguatan kerja sama kepolisian lintas negara menjadi semakin penting seiring berkembangnya kejahatan siber, perdagangan dan eksploitasi manusia, terorisme, penyelundupan manusia, hingga kejahatan terorganisasi. Penanganannya dapat membutuhkan pertukaran informasi, investigasi bersama, pelacakan aset, maupun koordinasi lintas yurisdiksi. Kehadiran Polwan dalam jaringan kerja sama internasional karena itu dipandang sebagai bagian dari peningkatan kapasitas institusi kepolisian secara keseluruhan. Konferensi di Bali menjadi salah satu ruang untuk membangun hubungan tersebut sekaligus bertukar pengalaman menghadapi pola kriminalitas baru. Polda Bali berharap jejaring yang telah terbentuk dapat terus berkembang setelah konferensi berakhir.





