Jakarta, 3 Oktober 2026 – Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) mengajak para influencer memanfaatkan pengaruh mereka di media sosial untuk mendukung pemberdayaan masyarakat. Jangkauan besar yang dimiliki kreator konten dinilai dapat memberikan dampak lebih luas apabila digunakan untuk memperkenalkan potensi ekonomi, kegiatan sosial, serta berbagai peluang bagi masyarakat. Media sosial kini tidak hanya menjadi ruang hiburan dan komunikasi, tetapi juga berkembang sebagai sarana pemasaran dan penyebaran informasi. Peran influencer karena itu dinilai dapat diarahkan untuk memberikan manfaat sosial dan ekonomi yang lebih nyata.
Influencer memiliki kemampuan menyampaikan pesan kepada audiens dalam jumlah besar dengan pendekatan yang dekat dengan keseharian masyarakat. Kemampuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk usaha mikro, kecil dan menengah, potensi desa hingga karya komunitas lokal. Eksposur melalui media sosial dapat membantu pelaku usaha yang sebelumnya memiliki keterbatasan dalam menjangkau pasar. Konten yang tepat juga berpotensi mempertemukan pelaku usaha dengan konsumen maupun mitra baru.
Pemberdayaan melalui media sosial tidak harus selalu dilakukan melalui kampanye dalam skala besar. Kreator dapat memulainya dengan memberikan ruang kepada produk lokal, menceritakan perjalanan pelaku usaha atau memperkenalkan kegiatan masyarakat yang memiliki dampak positif. Jangkauan digital memungkinkan sebuah cerita dari daerah memperoleh perhatian masyarakat di wilayah lain dalam waktu relatif singkat. Peluang tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan nilai ekonomi suatu produk.
Menko PM juga mendorong pengaruh digital digunakan untuk membangun optimisme dan meningkatkan partisipasi masyarakat. Influencer dapat membantu menyampaikan informasi mengenai peningkatan keterampilan, kewirausahaan maupun peluang ekonomi dengan bahasa yang mudah dipahami. Karakter komunikasi yang lebih informal membuat pesan tertentu dapat menjangkau kelompok masyarakat yang mungkin tidak tersentuh melalui saluran komunikasi konvensional. Kolaborasi tersebut dapat menjadi pelengkap bagi berbagai program pemberdayaan yang telah berjalan.
Besarnya pengaruh di media sosial juga perlu disertai tanggung jawab terhadap informasi yang disampaikan. Kreator konten diharapkan memastikan informasi mengenai produk, program maupun peluang ekonomi tidak menyesatkan masyarakat. Kepercayaan pengikut menjadi modal utama sehingga transparansi perlu dipertahankan ketika influencer terlibat dalam promosi atau kampanye sosial. Konten yang bertanggung jawab dapat membantu membangun ekosistem digital yang lebih produktif.
Pemanfaatan media sosial untuk pemberdayaan semakin relevan karena banyak pelaku usaha kecil mulai bergantung pada kanal digital untuk memperluas pemasaran. Kehadiran influencer dapat membantu meningkatkan visibilitas produk sekaligus memberikan edukasi mengenai cara memanfaatkan ruang digital secara produktif. Pemerintah, pelaku usaha, komunitas dan kreator konten memiliki peluang membangun kolaborasi yang saling mendukung. Dampaknya diharapkan tidak berhenti pada peningkatan perhatian di media sosial, tetapi berkembang menjadi aktivitas ekonomi bagi masyarakat.
Ajakan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas makna pengaruh di era digital agar tidak hanya diukur melalui jumlah pengikut maupun interaksi. Pengaruh yang dimiliki influencer dapat memberikan nilai tambah ketika mampu membuka peluang, meningkatkan keterampilan atau membantu produk masyarakat mendapatkan pasar. Dengan penggunaan media sosial yang lebih produktif, ruang digital dapat menjadi salah satu instrumen pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi yang berkelanjutan diharapkan mampu mendorong semakin banyak kreator menggunakan jangkauannya untuk menciptakan dampak sosial dan ekonomi.





